ROLE SEO Model

Search Engine Optimization (SEO) yang dalam istilah Indonesia bisa diartikan menjadi Optimasi Mesin Pencari adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang memiliki tujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari (seperti Google, Bing, dan lain sebagainya) menuju situs web tertentu, dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Adapun tujuan utama dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan (kata kuci kompetitif).

Karena jumlah situs web di internet sangat banyak, juga dengan jumlah orang yang mencari informasi di mesin pencari sangat banyak, maka tidak mengherankan jika banyak orang berlomba-lomba untuk memenangkan kompetisi tersebut. Menjadi peringkat satu atau halaman satu di mesin pencari. Hal tersebut dirasa wajar karena memang secara logis situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.

Sejalan dengan makin berkembangnya pemanfaatan jaringan internet sebagai media bisnis dan pemanfaatan website sebagai sarana mencari informasi, maka kebutuhan atas SEO juga semakin meningkat. Berada pada posisi teratas hasil pencarian akan meningkatkan peluang sebuah perusahaan pemasaran berbasis web untuk mendapatkan pelanggan baru.

Peluang ini dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk menawarkan jasa optimisasi mesin pencari (Jasa SEO) kepada perusahaan-perusahaan ataupun pelaku UMKM agar usahanya lebih dikenal, dan menjadikan mudah ditemukan pada mesin pencari seperti Google. Andi Link menjadi salah satunya.

Dalam melakukan SEO / optimasi, ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan. Dalam hal ini penulis sering mengimplimentasikan dengan apa yang disebut sebagai ROLE SEO Model yang dipelajari saat mengikuti pelatihan/training dari ISPARMO (salah satu master SEO Indonesia).

Apa itu ROLE SEO Model?

ROLE SEO Model merupakan model optimasi yang terdiri atas 4 tahapan Utama yaitu:

  • Reserch Keywords (Riset Kata Kunci)
    Melakukan riset kata kunci apa saja yang sering diketikkan oleh pengguna mesin pencari.
    Bisa menggunakan tools / alat bantu: Google Suggest, Google Related, Google Trends, Google Keyword Planner, Neilpatel, Keywordtool.io, KWFinder, Keyword Revealer dan lain sebagainya.
  • On Page (Menempatkan Kata Kunci pada Website)
    Menempatkan kata kunci-kata kunci yang sudah didapatkan dari riset keywords sebelumnya.
    Penempatan kata kunci bisa diletakkan mulai dari Site Title, Tagline, Article Title, Deskripsi Artikel ataupun Tags / Label.
    Selain penempatan kata kunci, ada beberapa aturan yang mesti dipenuhi seperti keaslian (originalitas) konten, jumlah kata minimal adalam sebuah artikel (usahakan sedikitnya 300 kata), adanya optimasi gambar, pengaturan / pemanfaatan heading dalam artikel, adanya link keluar website dan link yang mengarah ke halaman lain namun masih dalam website yang sama. Tools yang bisa digunakan untuk mendukung SEO On Page adalah Plagiarism Checker untuk mengecek keaslian konten dan menggunakan Plugin tambahan YOAST SEO untuk website yang dibangun menggunakan Content Management System (CMS) WordPress.

  • Link Building / Membuat Backlink (Link yang mengarah ke Website)
    Membuat link-link di website orang lain yang jika di klik mengarah ke website kita.
    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan Link Building yaitu adanya kata kunci target yang jelas (anchor text) dan kualitas website (Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA)) yang akan diberi link.
    Alat bantu / tools yang bisa digunakan untuk melihat nilai kualitas (DA/PA) sebuah website: MOZ, RobinGupta, dan lain sebagainya.

  • Evaluate (Evaluasi)
    Setelah melakukan riset kata kunci, menempatkan pada website kita, dan sudah dilakukan link building, maka langkah terakhir adalah melakukan evaluasi, untuk melihat apa yang sudah dilakukan apakah berjalan dengan baik atau tidak, berjalan maksimal atau tidak.
    Evaluasi bisa digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan performa dan peringkat website.
    Ada beberapa yang bisa digunakan untuk melakukan evaluasi mulai dari penggunaan SERP Checker, penggunaan Google Webmaster Tools dan Google Analytics.

Beberapa tools digital marketing bisa dilihat di:Tools Digital Marketing.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

8 thoughts on “ROLE SEO Model

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *