SHARE :

Marketing Langit

Terbit : 7 September 2018 / Kategori : Digital Marketing / Pendahuluan - Bisnis di Era Digital / Komentar : 0 komentar / Author : Andi Dwi Riyanto
Marketing Langit
marketing langit

marketing langit

Sudahkah menerapkan berbagai teknik marketing baik offline ataupun online secara masif namun hasil belum sesuai harapan? Cek, barangkali ada yang salah dengan diri kita. Manusia pada dasarnya diciptakan adalah untuk beribadah seperti yang terkandung dalam QS. adz-Dzariyat ayat 56 yang berbunyi: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. Ya, kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka dari itu, dalam bekerja, berusaha, maka wajiblah kita mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan diniatkan untuk beribadah.

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan (keburukan). Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang mulia.” (HR. At-Tirmidzi, dan dia berkata: Hadits Hasan Shahih). Hadist tersebut ada 3 poin utama yang dijelaskan pada poin-poin di bawah ini.

Perintah Bertakwa kepada Allah Dimanapun Berada

Hal pertama yang harus dilakukan adalah bertaqwa. Adapun menurut AlQur’an, setidaknya ada 20 ciri orang bertaqwa menurut Alquran yaitu:

  1. Beriman kepada yang Ghaib, Mendirikan shalat, dan berinfaq (Q.S. al-Baqarah: 3).
  2. Beriman kepada kitab-kitab Allah dan meyakini adanya akhirat (Q.S. al-Baqarah: 4).
  3. Beriman kepada: Allah, Hari akhir, para malaikat, kitab-kitab, para nabi; berinfaq, memerdekakan budak, mendirikan shalat, zakat, menepati janji dan sabar (Q.S.al-Baqarah: 177).
  4. Berinfaq di waktu lapang atau sempit, menahan amarah, dan pemaaf (Q.S. Ali-Imran: 134)
  5. Berpuasa Ramadhan (Q.S.al-Baqarah:183)
  6. Tidak Silau Keindahan duniawi (Q.S.al-Baqarah: 212).
  7. Selalu berbuat kebajikan (Q.S. Ali Imran:115).
  8. Bersegera kepada ampunan Allah (Q.S. Ali Imran: 133)
  9. Selalu mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa-dosanya (Q.S.Ali-Imran: 135).
  10. Bersabar saat diuji harta dan dirinya (Q.S. Ali Imran: 186).
  11. Menjadikan akhirat sebagai TUJUAN hidup (Q.S. al-An’am: 32).
  12. Menyebarkan da’wah (Q.S. al-An’m: 69).
  13. Menutup aurat (Q.S. Al-A’raf: 26).
  14. Berdzikir manakala ditimpa kebimbangan (Q.S. al-A’raf: 201).
  15. Menyuruh Keluarga Mendirikan shalat dan sabar mengerjakannya (Q.S. Thaha: 132).
  16. Tidak sombong dan tidak berbuat kerusakan (Q.S. al-Qashash: 83).
  17. Muslimah hendaklah menjaga pandangan dan kata-kata dalam berbicara (Q.S. al-Ahzab: 32).
  18. Membawa kebenaran dan membenarkannya (Q.S. Az-Zumar: 33).
  19. Menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji (Q.S. An-Najm: 32).
  20. Selalu mengambil pelajaran dari al-Qur’an (Q.S. al-Haaqqa: 48).

Tidak Menunda Melakukan Amal Sholeh

Hal ke dua setelah bertakwa kepada Allah adalah tidak menunda melakukan amal sholeh. Maksudnya adalah punya keinginan baik, segerakan, laksanakan agar tidak lupa karena godaan syaitan.

Memiliki Akhlak Mulia

Sedangkan hal ke tiga adalah memiliki akhlak mulia.
Menurut Hasan Al-Bashri ( ulama dan cendekiawan muslim yang hidup pada masa awal kekhalifahan Umayyah) terdapat 3 poin utama akhlak mulia yaitu: Tidak menganggu, suka menolong dan berwajah ceria/optimis.

 

Dari poin-poin di atas bisa disimpulkan yang intinya adalah kita harus memperbaiki hubungn kita dengan Allah, juga hubungan kita dengan sesama manusia (habluminallah habluminannas)

HABLUMINALLAH

Habluminallah merupakan hubungan kita dengan Sang Pencipta. Agar hubungan kita dengan Allah baik, maka pastikan kita memperbaiki rukun Islam, yang merupakan syarat wajib untuk menjadi seorang muslim. Rukun Islam mutlak harus kita perbaiki. Sudah tau kan ya rukun Islam apa saja? Berikut rukun Islam yang harus kita lakukan dan terus diperbaiki:

  1. Syahadat
    InsyaAllah kita sudah bersyahadat. Pastikan kita bersyahadat minimal 9 kali dalam sehari ( 1 Subuh, 2 Dhuhur, 2 Ashar, 2 maghrib, dan 2 Isya).
  2. Sholat
    Bukan Allah yang membutuhkan kita sholat. Namun kita lah yang membutuhkan Allah melalui sholat. Ibarat wajib lapor, kita mengingat, dan bersyukur kepada Allah SWT bahwasannya kita selalu diberi kesehatan, bisa bernafas, dan lain-lain, yang kesemuanya adlaha anugerah dari Allah untuk kita. Mosok, hanya meluangkan waktu untuk berterima kasih kepada yang memberi semua kita tidak bisa? Tidak mau? Perbaiki sholat kita. Apakah sudah tepat waktu? Apakah sudah berjamaah? Itu yang utama.
  3. Zakat
    Q.S At-Taubah ayat 103 berbunyi: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui”. Ingat ya, Zakat itu WAJIB. Jangan di tunda.
  4. Puasa
    Q.S. al-Baqarah ayat 183 berbunyi : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Sekali lagi, minimal puasa wajib.
  5. Haji
    Q.S. Ali-Imran ayat 97 mengatakan bahwa: “Mengerjakan haji adalah kewajiban menusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. Jika kita belum sanggup, mari berdoa, dan mulai menabung agar kita bisa melaksanakan yg diperintahkan Allah SWT.

 

HABLUMINANNAS

Habluminannas merupakan hubungan kita dengan sesama manusia. Islam memerintahkan umatnya untuk memuliakan keluarga, tetangga dan teman sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kehidupan sosial yang penuh dengan kedamaian dan sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Memuliakan Keluarga

  • Hubungan suami-istri
    • Q.S. Ar-Rum:21 : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
    • Q.S. Al-Baqarah:187 : “… mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka…”
    • QS An-Nisaa:19 : “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. “
    • Q.S. An-Nisaa:34 : “…Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka…”
  • Memuliakan anak
    Memuliakan anak berarti memenuhi hak-hak mereka, bahkan sejak awal kehidupan mereka dimulai yakni:

    • Menerima kelahiran mereka dengan penuh sukacita, tidak boleh menolaknya. Sabda Nabi: Barang siapa yang mengingkari anaknya, sedang anak itu mengetahuinya maka Allah akan menutup diri dari orang itu dan keburukannya akan ditunjukkan di hadapan orang-orang terdahulu dan kemudian (H.R. Ad Darami).
    • Melantunkan adzan di telinga kanan saat lahir ke dunia. Aku melihat Rasulullah saw azan di telinga Husein ketika dia baru saja dilahirkan oleh Fatimah ra. (H.R. al Hakim)
    • Q.S. Al-Baqarah:233 : “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…”
    • Tahnik, yaitu sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW berupa pemberian makanan manis dan lembut di saat-saat pertama kehidupan anak (bisa dengan kurma atau madu)
    • Memberi nama yang baik. Imam Ibnu Qayim mengatakan bahwa ada hubungan yang erat antara nama dengan kualitas anak. Pemberian nama yang baik akan mendorong yang punya nama untuk berbuat baik sesuai dengan makna yang terdapat di dalam namanya, karena nama yang diberikan orang tua mengandung do’a dan harapan. Sebaliknya seorang anak akan merasa malu dan rendah diri apabila nama yang disandangnya buruk, atau tiada makna.
    • Aqiqah: menyembelih hewan qurban untuk kelahiran mereka pada hari ketujuh. Rasulullah saw. bersabda, “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua ekor kambing yang memenuhi syarat dan bayi perempuan cukup dengan satu ekor kambing.” (H.R. Ad-Darami)
    • Cukur rambut: Pada hari yang ketujuh pula dilakukan pencukuran rambut, dan menimbang rambut tersebut lalu dikonversi dalam satuan emas atau perak yang selanjutnya disedekahkan kepada faqir miskin. “Timbanglah rambut al Husain dan sedekahkanlah perak seberat itu” (H.R. Al-Hakim)
    • Khitan: Dari segi medis khitan jelas bermanfaat bagi kesehatan. Dengan khitan berarti sejak kecil ia sudah dipelihara harga diri, kehormatan dan kesehatannya.
  • Memuliakan orang tua
    Q.S. Al-Isra: 23-24 : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
    Di antara tindakan-tindakan praktis membina hubungan yang baik kepada orangtua dalam konteks memuliakan mereka adalah:

    • Selalu menjaga silaturahim dengan cara mengunjungi mereka secara rutin (berkala) sesuai kemampuan.
    • Bila jarak tempat tinggal jauh, dapat dilakukan melalui telpon atau surat. Tanyailah keadaan kesehatan mereka, masalah-masalah mereka.
    • Memenuhi kebutuhan mereka, terutama tentu saja kebutuhan hidup sehari-hari berupa sandang, pangan dan papan.
    • Memelihara kesehatan mereka dengan cara memonitor kesehatan mereka, menganjurkan bahkan membantunya berobat ke dokter. Menganjurkan mereka untuk memperbaiki pola makan, pola kerja dan pola hidup agar menjadi sehat.
    • Memberi mereka hadiah sesuatu yang menyenangkan mereka, meskipun cuma sebuah bingkisan kecil.
    • Janganlah lupa memberikan mereka buah tangan apabila kita pulang dari bepergian jauh.
    • Menganjurkan mereka meningkatkan ibadah, memperbanyak dzikir dan menghadiri atau mendengarkan ceramah atau majelis ta’lim yang baik buat mereka. Berikan pula buku atau majalah yang patut mereka baca.
    • Mendidik anak-anak untuk menghormati dan menggembirakan mereka (kakek-nenek)
    • Pamit kepada mereka ketika hendak bepergian jauh.
    • Bila memiliki rezeki yang cukup, patutlah kita memberangkatkan mereka ke tanah suci Mekkah untuk ibadah Haji.
    • Sesekali ajaklah mereka rihlah bersama di suatu tempat yang baik.

Memuliakan Tetangga

Q.S. An-Nisa:36 : “…Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,.”
Beberapa kiat praktis memuliakan tetangga adalah:

  • Sering-seringlah bertegur sapa, tanyailah keadaan kesehatan mereka.
  • Berikanlah kepada mereka sebagian makanan
  • Bawakan sekadar buah tangan buat mereka, apabila kita bepergian jauh.
  • Bantulah mereka apabila sedang mengalami musibah ataupun menyelenggarakan hajatan.
  • Berikanlah anak-anak mereka sesuatu yang menyenangkan, berupa makanan ataupun mainan.
  • Sesekali undanglah mereka makan bersama di rumah.
  • Berikanlah hadiah kaset, buku bacaan yang mendorong mereka untuk lebih memahami Islam.
  • Ajaklah mereka sesekali ke dalam suatu acara pengajian atau majelis ta’lim, atau pergilah bersama memenuhi suatu undangan walimah (apabila mereka juga diundang)

Memuliakan Teman

Memuliakan teman berarti menjaga dan menunaikan hak-hak mereka. Abdullah Nasih ‘Ulwan dalam Tarbiyatul ‘awlaad fil Islam menyebutkan bahwa hak-hak tersebut adalah:

  • Mengucapkan salam ketika bertemu.
  • Menjenguk Teman Ketika Sakit
  • Mendoakan Ketika Bersin
  • Menziarahi karena Allah
  • Menolong ketika kesempitan
  • Memenuhi undangannya apabila ia mengundang
  • Memberikan ucapan selamat
  • Saling memberi hadiah

Ringkasan dari materi di atas yang sangat mendukung marketing langit dan kehidupan kita:

  • Perbaiki Sholat wajib (tepat waktu dan berjamaah), syukur bisa Tahajud, Dhuha.
  • Pastikan berzakat, usahakan bisa sedekah rutin.
  • Pastikan berpuasa wajib, latihan lakukan juga sunnah.
  • Mulai menabung untuk berhaji.
  • Baca pedoman hidup (Alquran).
  • Memuliakan keluarga: Suami/Istri, anak, dan orang tua.
  • Memuliakan tetangga.
  • Memuliakan teman.
  • Selalu berdoa dan berusaha.
  • Selalu berprasangka baik pada Allah.

Demikian kurang lebih tentang marketing langit. Baca juga artikel Step by step belajar digital marketing untuk pemula ya, terima kasih 😀

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar